PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (kode emiten BEI: WIKA) mendapatkan penghargaan “Project of The Year” di bidang manajemen proyek untuk proyek Rehabilitation and Flexibility Operationfor Phosphate Plant II (RFO PF II) PT Petrokimia Gresik kategori Konstruksi/Engineering dengan nilai dibawah USD 100.000.000. Penghargaan ini diberikan oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak dalam ajang IAMPI Manajemen Proyek Award 2011, di Hotel Borobudur, Jakarta (14/12).
ProyekRFO PF II yang telah selesai pengerjaannya sejak 15 November 2009 ini dinilai memiliki keunggulan dalam sistematika manajemen proyek melalui penerapan Project Management Body of Knowledge (PMBOK), mampu mengatasi challenge dengan hasil yang memuaskan dan dapat memberikan pembelajaran (lesson learn) untuk improvement proyek-proyek WIKA ke depan .
Di proyek RFO PF II ini, WIKA diharuskan dapat menyelesaikan proyek dengan kontrak yang bersifat lump sum fix price untuk melakukan modifikasi dan rehabilitasi pabrik existing yang beroperasi. Kontrak WIKA mencakup Detail Engineering, Procurement, Constructionselama 360 hari kalender(15 September 2008 – 15 September 2009) dengan masa pemeliharaan selama satu tahun. Untuk memenuhi target penyelesaian proyek tersebut, Tim Proyek WIKA melakukan fast tracking dengan mempercepat proses engineering sehingga proses procurement dapat segera dimulai.
Tantangan terbesar adalah melaksanakan erection dan installation semua equipment yang hanya bisa dilakukan dalam waktu 3 bulan terakhir (minimum shut down plan pada pabrik existing), hal ini mendorong WIKA untuk membuat strategi-strategi lain sehingga banyak item pekerjaan konstruksi yang dapat dilakukan di luar waktu shut down dengan antisipasi dan penambahan peralatan safety. Tantangan lainnya yang menjadi perhatian dewan juri adalah kemampuan tim proyek WIKA untuk mengantisipasi keterlambatan equipment dengan melakukan Factory Acceptance Test (FAT) ke manufaktur langsung serta melakukan upaya-upaya efisiensi untuk menghindari kerugian akibat selisih kurs.
WIKA memenangkan proyek RFO PF II ini dengan nilai 129,5 miliar untuk memodifikasi pabrik penghasil pupuk NPK menjadi pabrik pupuk yang dapat menghasilkan pupuk phosphat SP36 dan pupuk majemuk NPK. Dengan lingkup pekerjaan meliputi detail engineering, pengadaan, pabrikasi, konstruksi, test dan commissioning serta performance test.
Dengan modifikasi yang dilakukan, Pabrik RFO PF II kini memiliki kapasitas produksi sebesar 5.108 ton/hari melebihi target kapasitas minimum pabrik sebesar 4.800 Ton/hari. Sehingga berdasarkan hasil survey kepuasan pelanggan yang dilakukan WIKA kepada PT Petrokimia Gresik selaku owner, diperoleh kepuasan akan kinerja dan hasil yang dicapai WIKA. Bahkan untuk penerapan Health Safety & Environment (HSE), owner memberikan apresiasi sangat puas atas implementasi HSE WIKA.