Mendekati akhir tahun 2011, beberapa proyek investasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sudah hampir selesai pengerjaanya, salah satunya PLTD Pesanggaran Bali 3 x 18 MW yang telah memberikan pertambahan penjualan (sales) dan laba di tahun 2011, namun untuk beberapa proyek investasi lainnya yaitu PLTD Ambon 25 MW, PLTG Borang 60 MW dan PLTG Rengat 20 MW, baru akan menyumbang penjualan Perseroan efektif mulai tahun 2012, yang ditargetkan keempatnya akan menambah pendapatan Perseroan rata-rata Rp469,99milyar/tahun hingga 2019 nanti.
Untuk saat ini, tim WIKA di Proyek PLTD Ambon 25 MW hampir menyelesaaikan pekerjaan struktur sipil. Sejak kedatangan mesin PLTD dari Agustus 2011 lalu, dan setelah dilakukan pemasangan mesin di atas pondasi, awal bulan Desember nanti akan dilakukan commercial operate date (COD-mesin pertama kali aktif menyala untuk menghasilkan listrik/kwh) I untuk dua mesin, menyusul tiga mesin lainnya yang juga akan dilakukan COD pada akhir Desember 2011 nanti.
Sementara itu, progres untuk PLTD Rengat 20 MW di Rengat, Kepulauan Riau, enam mesin yang didatangkan dari Austria sudah tiba akhir Oktober lalu dan sudah terpasang di atas pondasi. Saat ini sedang dilakukan alignment atau penginstallan mesin (enginee) dengan sistem generator (genset) untuk pengaktifan mesin. COD rencananya akan dilakukan serentak untuk enam mesin pada 22 Februari 2012 dan nantinya listrik dijual dengan harga Rp335/kWh.
Proyek Investasi WIKA lainnya adalah PLTG 60 MW Borang yang berlokasi di Palembang, yang saat ini sudah memasuki progress 70%. Struktur untuk pondasi transformer dan gedung administrasi sedang dalam tahap penyelesaian, sementara fasilitas pendukung seperti jalan akses proyek dan saluran pembuangan air sudah dapat dimanfaatkan. Dua mesin yang didatangkan dari Hongaria baru akan tiba akhir Desember 2011 dan diharapkan pada Januari 2012 sudah dilakukan COD untuk dua mesin sekaligus. Rencananya listrik akan dijual Rp495/kWh. Keempat pembangkit tersebut nantinya akan menyumbang laba Perseroan setiap tahunnya dari tahun 2012 hingga 2019 sebesar 10% dari penjualan per tahun. Hal ini ditegaskan pula oleh Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo dalam kesempatan press conference seusai presentasi dalam acara “Investor Summit and Capital Market Expo 2011” yang diselenggarakan di Surabaya (23/11),
“Empat pembangkit tersebut akan menambah laba Perseroan sebesar Rp46,998 milyar/tahun mulai tahun depan. Sementara untuk tahun ini sektor energi diperkirakan akan menyumbang 10% dari pendapatan WIKA, yaitu Rp35 milyar, dan ke depan dipastikan akan meningkat lagi, karena kami berencana menambah investasi di proyek PLTG Siak 28 MW dan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro) 13 MW di Jawa Barat. Dengan adanya kegiatan recurring income ini maka akan menjamin Perseroan untuk tetap growth, terutama untuk mendukung penjualan dan laba Perseroan. Untuk itu kita tetap harus fokus pada target yang telah ditetapkan bersama,” jelas Bintang Perbowo.
Selain investasi di sektor energi, WIKA juga melakukan investasi di bidang infrastruktur. Tol Sumo Seksi 1-A (Waru-Sepanjang) milik Marga Nujyasmo Agung (Konsorsium Jasa Marga-WIKA-Moeladi) sepanjang 2,3 km dari total panjang 36,27km sudah beroperasi sejak awal September 2011 lalu, dan saat ini WIKA sedang menyelesaikan jalan tol Sumo Seksi IB dan Seksi 4 (Krian-Mojokerto). Di mega proyek ini WIKA memiliki saham 20%. WIKA juga berinvestasi untuk jalan Tol Serangan-Tanjung Benoa di Bali sepanjang 10 km yang dibangun oleh konsorsium Jasa Marga, Pelindo III, PT AngkasaPura I, Bali Tourism Development Center, HutamaKarya, WIKA, dan Adhi Karya yang mana WIKA memiliki saham 5%.
Strategi bisnis investasi WIKA juga didukung oleh kegiatan investasi perusahaan anak. Pabrik beton milik WIKA Beton di Karawang, Jawa Barat yang memiliki luas 15,5 Ha tersebut telah memproduksi 28 ribu ton produk beton pracetak non putar sejak Juli 2011 lalu setelah konstruksi pabrik ini mulai dibangun tepat setahun yang lalu dan selesai bulan Juni 2011. Produk Pabrik Beton (PPB) di Karawang ini adalah pabrik ke-8 yang dimiliki PT Wijaya Karya Beton untuk menghasilkan box girder, sheet pile, tiang beton, tiang transimisi dan tiang pancang. Adapun proyek yang menggunakan produk ini adalah Proyek jalan Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang serta kebutuhan sheet pile (dinding beton penahan tanah) untuk proyek di sekitar Jabodetabek, Serang dan Jawa Barat. Hingga September 2011 nilai investasi ini terealisasi Rp 130milyar dengan target akhir 2011 mencapai Rp 144milyar.
Selain itu, tahun 2012 akan dibangun Apartemen, Condotel dan area perkantoran, yaitu sebuah proyek investasi milik WIKA Realty yang berlokasi di Cawang Jakarta Timur (Kav.3-4).