PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM) hingga level 5D serta integrasi LiDAR dalam pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Tengah I di Banyumas. Proyek ini merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur pendidikan yang dimiliki oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai owner.
Penerapan teknologi tersebut berhasil menghemat volume pekerjaan tanah hingga 80.000 meter kubik. Pemanfaatan LiDAR yang dikombinasikan dengan Civil 3D dan Revit memungkinkan analisis kontur lahan secara presisi sejak tahap awal, sehingga kebutuhan cut and fill dapat dioptimalkan serta mempercepat pekerjaan pematangan lahan hingga dua bulan lebih cepat dari rencana.
Selain itu, BIM 5D memastikan integrasi antara desain, waktu, dan biaya berjalan lebih akurat serta meminimalkan potensi deviasi selama konstruksi.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, mengatakan bahwa penerapan teknologi digital menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja proyek sekaligus mendukung agenda prioritas nasional.
“Implementasi BIM 5D dan teknologi digital memungkinkan peningkatan presisi perencanaan sekaligus efisiensi pelaksanaan. Ini merupakan kontribusi nyata WIKA dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan akses pendidikan serta percepatan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Di tengah tantangan teknis berupa kondisi tanah dan curah hujan tinggi, WIKA mengedepankan kolaborasi lintas fungsi antara tim engineering, produksi, dan quality control untuk menjaga kualitas pekerjaan, khususnya pada tahap fondasi.
Selain aspek teknis, pembangunan Sekolah Rakyat Banyumas juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Dalam jangka pendek, proyek ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah di Kabupaten Banyumas yang saat ini mencapai sekitar 15.000 anak. Ke depan, sekolah ini diproyeksikan dapat menampung hingga 1.300 siswa baru serta menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan di masyarakat.
Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur pendidikan di wilayah Jawa Tengah yang ditargetkan selesai dengan memenuhi aspek mutu, waktu, biaya, dan keselamatan kerja.

