PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan transportasi publik modern melalui pembangunan Proyek Extended Concourse Stasiun MRT Bundaran HI.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas layanan dan integrasi transportasi publik di pusat Kota Jakarta, sejalan dengan pengembangan jaringan MRT Jakarta Fase 2. Proyek milik PT Integrasi Transit Jakarta ini telah mulai dikerjakan sejak 23 Februari 2026 dan ditargetkan selesai pada 18 Juni 2027, dengan nilai kontrak sebesar Rp148,2 miliar.
Hingga akhir April 2026, progres pekerjaan proyek telah mencapai 4,06% dari keseluruhan pekerjaan. Saat ini, pelaksanaan proyek difokuskan pada pekerjaan bore pile di area Muara 1 sisi Grand Hyatt dan Plaza Indonesia, dengan capaian 11 titik dari total 29 titik yang ditargetkan.
Selain pekerjaan bore pile, sejumlah pekerjaan utama lainnya juga tengah berjalan, di antaranya pekerjaan struktur slab concourse serta pekerjaan ramp lift sebagai bagian dari pengembangan akses dan peningkatan ruang pelayanan stasiun.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan wujud dukungan WIKA terhadap penguatan sistem transportasi publik yang terintegrasi, nyaman, dan berkelanjutan di Jakarta.
“WIKA berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan infrastruktur transportasi publik yang memberikan manfaat langsung bagi mobilitas masyarakat. Melalui Proyek Extended Concourse Stasiun MRT Bundaran HI, WIKA berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas layanan stasiun sekaligus menghadirkan akses yang lebih nyaman bagi pengguna MRT Jakarta,” ujar Ngatemin.
Keberadaan extended concourse ini diharapkan dapat meningkatkan daya tampung Stasiun MRT Bundaran HI, terutama seiring potensi peningkatan jumlah pengguna akibat pengembangan MRT Jakarta Fase 2. Pengembangan tersebut juga akan menghadirkan akses masuk baru menuju stasiun serta tambahan ruang tenant guna mendukung kenyamanan dan pengalaman pengguna MRT Jakarta.
Melalui proyek ini, WIKA berharap dapat turut mendorong peningkatan minat masyarakat dalam menggunakan transportasi publik, sekaligus memperkuat konektivitas kawasan Bundaran HI sebagai salah satu simpul transportasi utama di Jakarta.


